Friday, 6 March 2015

Aku si Whatever

Bagian Satu

Pagi menjemput, saat aku sudah terjaga. Dengan gerakan cepat, menurutku - tapi terbalik berbanding lurus dengan fakta, aku bangun jam 5 tapi jam 5.30 aku baru pergi mandi, jam 6 selesai dan jam 6.30 aku siap berangkat sekolah dan tiba di sekolah aku terlambat. Setengah jam? Tidak. Tapi satu jam. Apakah rumahku jauh? Tidak. Sekolah dan rumahku bersebelahan. Lalu kenapa aku terlambat? Ini dia yang akan kuceritakan padamu...dengarkan baikk-baik..jangan lewatkan sedikit pun (siapa tahu setelah ceritaku tamat, ada quiznya..hehehe..)
Namaku Batavia..beneran ini namaku..aku dibaptis dengan nama itu. Biasa dipanggil Bat. Umurku menjelang tujuh belas tahun (terkadang aku ingin cepat jadi tujuh belas tahun, jadi aku suka mengaku ke semua orang kalau umurku sudah tujuh belas..hmmm..rahasia ya). Aku seorang pelajar es-em-a, kelas dua belas IPA. Aku terkenal di sekolahku sebagai si dewa rumus. Bukan sombong, tapi cuma pamer doang ya..aku merupakan juara Olimpiade Fisika yang diselenggarakan di Filandia tahun lalu. Beneran nggak ya? Aku lupa nama negara tempatku berlomba..ya whatever dah, yang jelas aku telah menoreh sejarah buat sekolahku dan diriku sendiri (terima kasih kalau kamu sampai tepuk tangannya..)
Kehidupanku sebenarnya sangat membosankan. Tidak ada waktu bermain. Belajar dan belajar. Aku ingin melakukan hal lain sebenarnya, seperti kebanyakkan remaja seusiaku, tapi...selain belajar aku tidak menemukan hal lain yang menarik. Apes kan? (Mohon jangan ditertawakan, ini serius, Gan, really!)
Sangking terlalu sering belajar, aku hampir tidak memiliki teman. Yah mana ada remaja yang mau jadi temanku, kalo entar-entar aku ajaknya begini: ah, suntuk nih..belajar yuk.. Gubrak! Bayangkan dah suntuk diajak belajar. Kabur deh...
Tapi sesepinya dunia sosialku, tetap saja, ada anak yang ingin menjadi temanku. Kenapa? Pertama, jelas karena aku pintar. Bukan sombong ya, cuma pamer. Yang kedua, walau aku pintar bukan berarti penampilanku culun. Hmmm..itu tidak ada dalam kamus keluargaku, terutama ibuku. Dia benci pada orang yang berpenampilan culun, jelek dan sekelasnya. Jadi, dengan kata lain, penampilanku selalu paling update diantara teman-teman di sekolah. Ibuku yang seorang perancang busana, jelas dia tahu apa yang cocok buatku. Yah, bersyukur juga aku punya penata busana pribadi..hehehe..Dan yang terakhir mengapa orang tetap ingin berteman denganku karena... keluargaku kaya. Yah, keluargaku kaya, tapi bukan aku ya..jadi jangan samakan aku dengan keluarga. Hmmm ada yang aneh nggak dengan pernyataanku itu..ya, whatever dah...keluargaku kaya karena ayahku seorang pengusaha sukses di bidang otomotif dan real estate. Karena bisnis ayahku maka kami bisa menempati rumah tepat di sisi sekolahku. 
Demikianlah, pengantar kehidupanku..sabar, aku belum masuk pada inti dari ceritaku..ah, kamu sudah ngantuk..yah, baiklah tidur dulu..besok baru kusambung lagi..